Ke-1.
"Atau apakah mereka mengatakan: "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang". Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang". (Holy Qur'an 54:44-45)
Ayat ini merupakan ayat Makiyah yaitu ayat yang turun di Makkah. Jadi ayat ini turun diawal-awal Islam. Dan umat Islam belum kuat saat itu. Tetapi Allah berjanji bahwa golongan kafir Quraisy yang merasa kuat dan merasa pasti akan menang itu akan kalah dan dikalahkan. Dan memang kaum kafir Quraisy memang dapat ditaklukan pada perang Badr dan pada Fath Makkah.
Ke-2.
"Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Qur'an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata". (Holy Qur'an 28:85)
"Mengembalikan kamu ke tempat kembali" maksudnya akan kembali dapat menguasai Mekkah (Sahih-ul-Bukhari, Juz 6, Nomor 296). Ayat ini turun ketika Nabi saw hijrah dari Mekah ke Medinah. Janji Allah ini terbukti 8 tahun kemudian dengan penaklukan Mekah oleh kaum muslimin.
Ke-3.
"Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat. (Holy Qur'an 48:27)
Janji allah yang satu ini juga terpenuhi bebarapa tahun kemudian seperti uraian diatas.
Ke-4.
"Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Holy Qur'an 48:18-19)
Kemenangan yang dekat itu adalah penaklukan Khaibar. Dimana kaum muslimin mendapatkan rampasan perang yang banyak pada penaklukan Khaibar ini.
Ke-5.
"Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: "Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya". (Holy Qur'an 3:12)
Ayat ini turun pada tahun 1 Hijrah dan mengabarkan bahwa kaum kafir akan dikalahkan. Dan itulah yang terjadi, bahwa kaum kafir Quraisy dapat ditaklukan.
Ke-6.
"Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. (Holy Qur'an 5:67)
Janji Allah ini benar adanya. Nabi saw tidak pernah terbunuh oleh musuhnya, beliau wafat dengan damai di rumahnya.
Ke-7.
"Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman." (Holy Qur'an 61:13)
Ini adalah berita gembira tentang penaklukan Mekah. Dan memang demikianlah keadaanya. Kaum muslimin dengan sukses mendapat kemenangan.
Ke-8.
"Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: "Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi
mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling
sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih". (Holy Qur'an 48:16)
These people were the apostates whom Muslims fought, during the era of the first Orthodox Caliph Abu Bakr, under leadership of Khalid Ibn Al-Walid in the famous
battle of Yamamah. 1200 Muslim soldiers were martyred in this battle that ended with killing Musailamh the false prophet.
Ke-9.
1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.
2. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
4. Dan (begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar.
5. Yang di lehernya ada tali dari sabut. [Al Lahab].
Dalam ayat ini Allah swt berjanji bahwa Abu Lahab adalah termasuk penghuni neraka. Ayat ini turun 10 tahun sebelum kematian Abu Lahab. Dan janji Allah itu ternyata benar adanya. Sampai mati Abu Lahab tidak mau beriman kepada Rasulullah saw. Untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama yang salah dan Muhammad saw adalah seorang pendusta, bisa saja Abu Lahab pura-pura masuk Islam dan menjadi pengikut setia Muhammad saw. Hanya dengan tindakan yang sangat mudah itu yakni Abu Lahab masuk Islam maka hancurlah semua ajaran Islam, karena terbukti bahwa surat Al Lahab itu meleset dan tidak benar. Tapi mengapa sampai matinya Abu Lahab tidak melakukan hal itu? Mengapa dia tidak menerapkan strategi yang sangat mudah itu untuk menghancurkan Islam. Karena memang dia sudah di nash oleh Allah bahwa dia termasuk penghuni neraka. Dan janji Allah benar adanya.
Ke-10.
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah
diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap
menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang
yang fasik. (Holy Qur'an 24:55)
Tuhan berjanji kepada kaum muslimin bahwa mereka akan berkuasa di bumi. Janji ini terbukti selama masa hidup nabi saw Muslim telah menguasai seluruh jazirah Arab
dan Yaman. Beberapa tahun setelah Nabi saw meninggal kekuasaan Muslim terbentanga dari Andalusia sampai Asia Tengah dan hukum Islam diterapkan saat itu.
Muslim menguasai dunia lebih dari 600 tahun. Pada akhir ayat disampaikan bahwa barang siapa teap kafir tidak melaksanakan hukum allah maka itulah orang-orang
yang fasik. Setelah mengalami kejayaan, Umat Islam sedikit demi sedikit banyak meninggalkan hukum-hukum Islam dan akhirnya mereka mengalami masa-masa
kemunduran karena tidak dengan kafah melaksanakan hukum Allah. Terbuktilah janji Allah. dan memang janji Allah adalah benar [Luqman 33]
Selengkapnya...
Mei 24, 2009
Sedikit Kebenaran Janji Allah.
Dajjal, Dabbah, Dan Ya'juj Dan Ma'juj
Berikut ini akan diterangkan secara ringkas dari kitab dan sunnah yang shahih dari Nabi 'Alaihi Salam tentang keadaan tiga dari tanda-tanda kiamat besar yang akan terjadi di akhir zaman menjelang kiamat.
DAJJAL: Seorang yang diciptakan Allah, yang akan keluar pada akhir zaman dengan membawa kemarahan, dia menebarkan kerusakan di bumi, mengaku sebagai Tuhan, mengajak manusia untuk beribadah kepadanya, menyebarkan fitnah kepada manusia dengan beberapa kelebihan yang Allah berikan kepadanya, seperti menurunkan hujan, menghidupkan bumi dengan tumbuhan dan mengeluarkan kekayaan bumi. Dia adalah pemuda yang merah, pendek, keriting rambutnya, picak mata kanannya sedang yang kirinya ditumbuhi daging tebal di atasnya, di antara kedua matanya tertulis kalimat kafir, kebanyakan pengikutnya adalah Yahudi, dan akhir hidupnya di tangan Isa bin Maryam yang membunuhnya dengan tombak pendek di negeri Lud negeri Palestina.
YA'JUJ dan MA'JUJ: Adalah dua suku yang kafir dari turunan Adam, wajahnya lebar, matanya kecil, mereka dahulu mengadakan kerusakan di muka bumi, lalu Allah mengutus Dzulkarnain, kemudian dia membuat tembok untuk menahan mereka, maka mereka terus-menerus menggali (melubangi) tembok itu sampai Allah mengizinkan mereka keluar pada akhir zaman setelah Isa membunuh Dajjal. Kemudian mereka keluar dengan jumlah yang banyak, lalau meminum air laut Tibriyah, dan mengadakan kerusakan di bumi yang tidak ada seorangpun mampu menghadapinya, lalu Isa dan orang-orang mukmin yang menyertainya mengungsi ke gunung Thur sampai Allah membinasakan mereka dengan cacing-cacing yang memakan tengkuk-tengkuk mereka lalu Allah mengutus burung yang melempar bangkai merek
a ke laut dan menurunkan hujan yang membersihkan bumi dari bau bangkai mereka.
[Untuk lebih rinci beserta dalilnya, silahkan baca kitab Asyratus Sa'ah karya Yusuf Al-Wabil (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Tanda-Tanda Hari Kiamat, diterbitkan oleh Pustaka Mantiq Solo, pent.) dan kitab Al-Kiamat Al-Kubra karya Umar Al-Asyqar (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Kiamat Besar diterbitkan oleh PT Serambi Ilmu Semesta)].
DABBAH: Adalah makhluk besar yang akan dikeluarkan oleh Allah di tengah kebejatan manusia, dia akan berbicara dan memberikan nasehat kepada mereka, mampu berfikir, berbicara dan menyebut manusia dengan sebutan dan tanda yang bisa membedakan antara mukmin dan kafir. Tugas seorang muslim adalah beriman dan percaya dengan keterangan dari Allah dan Rasul-Nya. Betapa banyak ciptaan Allah di alam ini yang aneh, asing dan ajaib yang menunjukkan kekuatan dan kekuasaan Allah 'Azza wa Jalla. Adapun tempat kembali orang yang ditanyakan, apakah dia dimaafkan karena kebodohannya atautidak dan bagaimana keadaannya pada hari kimat? Maka kita beriman bahwa urusannya terserah Allah. Dan telah dijelaskan jawaban dari pertanyaan yang mirip pada nomor 2443. Silahkan lihat di sana. Wallahu a'lam.Islam Tanya & Jawab Syeikh Muhammad Sholih Al-Munajid
Selengkapnya...
Ringkasan Sifat Shalat Nabi SAW
Perhatian : Tulisan ini hanya ringkasan, bagi pembaca yang ingin mengetahui dalil-dalilnya dipersilahkan merujuk buku aslinya yaitu : "Sifat Shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam", oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaani, dengan edisi Indonesia diterbitkan oleh Gema Risalah Press - Bandung.1. MENGHADAP KA'BAH

Apabila anda - wahai Muslim - ingin menunaikan shalat, menghadaplah ke Ka'bah (qiblat) dimanapun anda berada, baik shalat fardlu maupun shalat sunnah, sebab ini termasuk diantara rukun-rukun shalat, dimana shalat tidak sah tanpa rukun ini.
2. Ketentuan menghadap qiblat ini tidak menjadi keharusan lagi bagi 'seorang yang sedang berperang' pada pelaksanaan shalat khauf saat perang berkecamuk dahsyat.
Dan tidak menjadi keharusan lagi bagi orang yang tidak sanggup seperti orang yang sakit atau orang yang dalam perahu, kendaraan atau pesawat bila ia khawatir luputnya waktu.
Juga tidak menjadi keharusan lagi bagi orang yang shalat sunnah atau witir sedang ia menunggangi hewan atau kendaraan lainnya. Tapi dianjurkan kepadanya - jika hal ini memungkinkan - supaya menghadap ke qiblat pada saat takbiratul ikhram, kemudian setelah itu menghadap ke arah manapun kendaraannya menghadap.
3. Wajib bagi yang melihat Ka'bah untuk menghadap langsung ke porosnya, bagi yang tidak melihatnya maka ia menghadap ke arah Ka'bah.
dan masih banyak sifat lain yg tidak bisa saya sebutkan dalam posting ini
Selengkapnya...
Padamkan Api Dendam Sebelum Membakar Anda
Apabila kita mendengar kata-kata yang tidak mengenakkan terucap oleh mulut orang lain, jangan buru-buru membalasnya sampai kata-kata itu terucap sepuluh kali. Sebaliknya, jika mendengar pujian atas diri Anda, maka bersikaplah seakan-akan Anda tidak mendengarnya. Permasalahannya, jika Anda membalasnya dengan syair yang lain, maka orang akan sibuk dengan blasan syair itu dan akan masuk ke dalam koleksi para sastrawan. Jika ada pernyataan pedas yang dialamatkan kepada Anda, maka rendamlah kepedasannya itu dengan bersikap pura-pura tudak tahu. Anggaplah bahwa orang yang menyatakan itu tidak mengarahkan kepada diri Anda. Jika anda yang mengeritik karena dengki, maka biarkan ia bicara apa saja dan anggap bahwa dia sedang bercakap-cakap dengan tenbok bangunan. Kalangan salaf pernah memberikan tips bahwa ketabahan hati akan menguburkan segala aib.
Laut yang luas tidak akan terpengaruh oleh lemparan batu seorang anak kecil.
Laut itu suci arinya, halal bangkainya. Air itu bila sudah melebihi dua qullah, maka tidak lagi akan dianggap najis, jika ada benda najis yang masuk ke dalamnya, seperti itulah analogi seorang yang sabar, berani, dan cerdas, memiliki kekebalan untuk dibenci orang.
{Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah orang yang terputus.} (QS. Al-Kautsar: 3)
Dan memiliki banteng yang kokoh yang melindunginya dari gangguan orang iseng. {Maka, sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan kami.} (QS. Ath-Thur:48) (http://islam-zone1.webs.com)
Selengkapnya...




